I.
Pendahuluan
a.
Latar Belakang
Pada
akhir tahun 1997 penulis memulai melakukan penelitian untuk menemukan cara terbaik untuk penerapan
data warehouse.
Bagian-bagian dalam penerapan data warehouse paada saat itu diantaranya:
Bagian-bagian dalam penerapan data warehouse paada saat itu diantaranya:
1. Proyek harus sesuai dengan strategi dan tujuan bisnis
perusahaan
2. Keharusan kelengkapan proyek
3. Mengelola ekspektasi proyek
4. Data warehouse yang harus di bangun secara bertahap
5. Membangun adaptasi
pada lingkungan proyek
6. Proyek yang di kelola beberapa para professional
bisnis teknologi informasi
7. Membangun hubungan bisnis
8. Hanya
memuat data yang telah
dibersihkan dan berkualitas
9. Tidak mengabaikan kebutuhan pelatihan
10. Sadar politik
Literatur tersebut telah ditinjau dan diperbarui sejak saat
itu. Laporan praktisi sekarang
dilengkapi dengan studi akademis dan hasilnya lebih jelas dengan gambar-gambar
dari permasalahan yang penting bagi tim proyek data warehouse.
b.
Permasalahan
Dalam hal permasalahan pembangunan data warehouse
sangat banyak karena itu dibutuhkan cara terbaik penerapan data warehouse,
makalah ini telah memuat cara
praktek terbaik, seperti
yang telah
didefinisikan sebelumnya. Sebagai contoh, Wixom dan Watson menunjukkan
bahwa kualitas data, manajemen dan pengguna akhir berkontribusi pada keberhasilan . Kurangnya
studi kasus sebuah
pelaksanaan literatur selama bertahun-tahun telah berdampak pada gagalnya proyek data warehouse.
c.
Tujuan
Sebuah tinjauan
literatur yang berkaitan dengan implementasi data warehouse selama delapan
tahun terakhir telah dilakukan. Ditemukan bahwa pandangan data warehouse
telah berubah selama sebelum dan setelah periode 2000an, sampai-sampai penulis
menekankan kebutuhan untuk tujuan bisnis
sebelum memulai sebuah proyek data warehouse. Tujuan cara penerapan terbaik pada data
warehouse yaitu untuk tujuan bisnis
sebelum memulai sebuah proyek data warehouse, dan data warehouse yang memiliki
nilai strategis jangka panjang dan keputusan
strategis yang terbaik bisa didapatkan dengan akurat.
II.
Pembahasan
Cara terbaik penerapan data
warehouse awalnya dibangun dari laporan praktisi dengan hanya menghitung berapa
kali suatu subyek pelaksanaan proyek data warehouse. Misalnya, dari
sembilan belas artikel yang disebut implementasi data warehouse sebelum tahun
2000,sebanyak lima belas penulis menyimpulkan bahwa "Proyek harus sesuai
dengan strategi dan tujuan bisnis perusahaan'. Unsur-unsurnya ditampilkan
pada Gambar 1 di bawah ini.
Gambar 1. Bagian-bagian penerapan terbaik sebelum tahun 2000
Pengujian yang sama
telah dibahas dalam 20 artikel lainnya setelah tahun 2000 lalu dibandingkan
dengan 19 artikel sebelum tahun 2000. Sebuah perbandingan sederhana telah
dibuat antara dua periode tersebut, pada gambar 2. Dimana terlihat pengalaman
dari akademisi dan praktisi data warehouse berubah secara signifikan setelah
tahun 2000.
Gambar 2. Bagian-bagian penerapan terbaik sebelum dan sesudah
tahun 2000
Pada Gambar 2 terlihat adanya sedikit perubahan atau
tidak sama sekali bagian-bagian dari praktek terbaik penerapan data warehouse. Pada tabel berikut
mengkategorikan bagian-bagian yang lebih atau kurang berpengaruh dalam data
warehouse implementasi pasca 2000. Diantaranya :
Tabel 1. Kategori bagian-bagian praktek
|
Lebih Berpengaruh
|
|
Hanya memuat data yang telah
dibersihkan dan berkualitas
|
|
Tidak mengabaikan kebutuhan pelatihan
|
|
Sadar politik
|
|
Mengelola pembelian
|
|
Kurang berpengaruh
|
|
Proyek harus sesuai dengan strategi
dan tujuan bisnis perusahaan
|
|
Pengguna akhir
|
|
Mengelola ekspektasi proyek
|
|
Memanfaatkan waktu untuk meninjau proyek
|
Dijelaskan, organisasi memainkan
peran penting dalam pengembangan proyek-proyek data warehouse dan memperkuat keyakinan
bahwa masalah yang dihadapi dalam proyek data warehouse cenderung masalah
bisnis dan bukan kesalahan teknis.
Return on Investment (ROI)
merupakan salah satu metode untuk mengukur keberhasilan data warehouse dan
tampaknya digunakan oleh banyak organisasi karena memenuhi kebutuhan untuk
pengeluaran modal dalam jangka pendek. Namun, sulit untuk mengukur manfaat
nilai keuangan yang bersifat intangible atau tak berwujud seperti data atau
informasi meskipun program dan alat-alat yang disediakan oleh organisasi
seperti Data Warehouse Institute, NCR dan Oracle telah dirancang untuk membantu
mengatasi masalah tersebut.
III. Hasil Penelitian
Studi kasus berikut ini
menunjukkan bagaimana data warehouse dapat mengubah cara perusahaan beroperasi
dan memungkinkan terciptanya tujuan strategis. Contohnya :
First
American Corporation
Pada tahun 1990, Perusahaan First American
Corporation kehilangan 60 juta dolar Amerika. Dan para petinggi FAC tahu bahwa
mereka harus mengubah strategi perusahaan dan mencoba untuk bersaing dengan
organisasi keuangan lainnya supaya lebih menguntungkan FAC. Data Warehouse memungkinkan perusahaan untuk mengelola
data pelanggan yang dapat memasok kebutuhan akan permintaan produk yang lebih
diinginkan lalu menawarkan kepada pelanggan. Selain keunggulan informasi
pelanggan yang luas, data warehouse dirancang untuk memberikan informasi
profitabilitas produk dengan distribusi data sebagai perusahaan keuangan.
Disini dapat terlihat
bahwa data warehouse merupakan investasi bisnis yang dibutuhkan FAC. Namun
penerapan data warehouse pertama kali gagal dilaksanakan oleh departemen
Teknologi Informasi FAC, karena itu selanjutnya FAC menggandeng NCR. NCR dan
Staf TI FAC lalu bekerja sama untuk mengembangkan data warehouse, yang dilaksanakan
bertahap dengan tahap pertama yang dirilis pada kuartal pertama tahun 1996 dan
berikutnya sampai kuartal keempat tahun 1998. Keberhasilan FAC kemudian dapat
diukur dari kerugian $60.000.000 telah berubah menjadi keuntungan $211.000.000 pada tahun 1998.
Theoretical Model – Configuration School of Strategic Management
Maksud dari teori diatas adalah
“Satu perusahaan dapat menyalin strategi orang lain”. Maksudnya adalah
dari rekayasa teknologi dan sistemnya tetapi tidak dapat menyalin sistem dan rutinitas yang telah dikonfigurasi
orang lain.
Hasilnya adalah bahwa organisasi
berkembang menjadi entitas yang unik. Misalnya, ada banyak bank yang
melayani pasar Inggris ketika beroperasi dalam hukum yang sama tetapi kerangka
masing-masing bank adalah berbeda.
Menurut Mintzberg konfigurasi
strategis manajemen memiliki dua aspek yang berbeda,yakni :
1.
Negara dan konteks sekitarnya (konfigurasi) organisasi itu
2.
Proses pembuatan strategi (transformasi)
IV. Kesimpulan
Sebelum tahun 2000, sebagian
besar penulis yang memberikan kontribusi untuk 'Cara Terbaik untuk Menerapkan
Data Warehouse ' adalah bahwa data warehouse harus sesuai dengan strategi dan
tujuan bisnis organisasi. Tetapi setelah 2000 itu penulis sedikit merasa
perlu untuk mempromosikan keunggulan strategis data warehouse. Dalam
rangka untuk membuat kontribusi yang substansial terhadap pencapaian tujuan
strategis, manajer senior harus mengambil pandangan jangka panjang dari data
investasi gudang mereka. Namun FAC menunjukkan, perubahan organisasi tentu
saja bukanlah tugas yang mudah karena banyak bagian dari organisasi yang
dipengaruhi. Penyelarasan data warehouse untuk tujuan strategis memainkan
peran yang signifikan.
Organisasi atau perusahaan juga
harus menyadari bahwa proses konfigurasi akhirnya akan mengakibatkan terjadinya
perubahan positif perusahaan yang strategis.
V. Komentar
2011420017 (Dwi
Indrawan) :
1. Paper yang berjudul cara
terbaik penerapan data warehouse untuk tinjauan strategi yang sesuai ini sudah
mencakup pokok permasalahan penerapan data warehouse sebelum dan sesudah
periode 2000.
2. Dapat menjadi acuan
dalam pembangunan suatu data warehouse dalam suatu perusahaan sehingga dapat
mencapai tujuan strategis perusahaan.
